30 November 2019 kemarin adalah penutup bulan yang berkesan karena aku menghadiri peluncuran buku cerita anak Aku dan Alam Semesta karya De Laras di perpustakaan ITB bersama teman-teman dari Komunitas Emak Blogger.

Saat tahu buku ini akan launching di Bandung aku memang sudah exited karena ini adalah buku cerita anak yang kaya akan ilmu pengetahuan. Kebetulan anak-anak aku pun sekarang dalam usia yang lagi aktif-aktifnya bertanya mengenai banyak hal tapi alangkah baiknya jika jawaban atas pertenyaan mereka itu berdasarkan ilmu juga toh, bukan katanya apa lagi hanya mitos belaka. Hehehe

Tidak hanya peluncuran buku, kemarin juga kami sama-sama bedah buku Aku dan Alam Semesta ini bersama penulis De Laras dan narasumber yang diundang.

Saat itu yang hadir sebagai narasumber salah satu nya ada Kang Edi Warsidi sebagai editor ITBPress dan yang mewakili ITB, turut hadir pula yang mewakili Prof. Bambang Hidayat saat itu adalah putranya sendiri Bapak Arif, lalu ada Mak Neng alias Tanti Amelia sebagai ilustrator buku Aku dan Alam Semesta ini dan juga ada Kang Ali Muakhir penulis cerpen anak dimana aku salah satu anak yang tumbuh besar dengan buku-buku nya Kang Ali salah satunya buku series Catatan Si Olin yang jadi favorit sampai aku SMA.

Sumpah hari itu aku banyak banget dapat ilmu salah satunya kerendahan hati karena meski para pembicara didepanku ini keilmuannya tinggi tapi mereka tetap humble dan ramah. Saat bedah buku pun aku terbuai oleh para narasumber ini hingga akhirnya aku penasaran ingin baca dan akhirnya beli buku Aku dan Alam Semesta ini yang menurut Prof. Bambang Hidayat seorang Astronom Indonesia dan guru besar ITB menyatakan buku ini bagus.

Tak hanya menurut Prof. Bambang bahkkan putranya yang juga kerabat penulis mengungkapkan bahwa buku ini mempunyai dua nilai yang jarang ada di buku lain yaitu berisi pesan tentang ilmu pengetahuan yang mengangkat kearifan lokal dalam sebuah teknologi dan punya nilai soft skills nya bahwa kita harus cermat detail dan teliti saat menulis fakta dan informasi semuanya tertuang dalam 10 cerita dalam buku Aku dan Alam Semesta ini.

Saat mendengar langsung penilaian dari para guru besar bagaimana saya tidak terbuai sehabis acara aku langsung beli deh bukunya. Ditambah lagi buku ini dipercantik oleh ilustrasi karya Mak Neng yang memang hasil gambarnya dibuat tangan langsung, diwarnai manual tanpa alat-alat canggih jadi semakin alami deh buku ini.

Menurut aku sendiri saat baca buku ini, aku kayak balik lagi ke masa kanak-kanak aku dimana setiap hari aku selalu semangat bangun pagi untuk lihat bintang kejora karena bintang itu yang paling terang cahayanya dan masih menyapa di pagi hari dan faktanya ternyata bintang kejora itu adalah Planet Venus. Cahaya nya paling terang karena memang dekat dengan matahari dan bumi lalu kalau pulang mengaji malam-malam suka lihat ke langit jalan dituntun bapak saja, gak takut kesandung atau jatuh karena ada bapak yang pegangin aku lihat bintang-bintang saja siapa tahu aku bisa lihat rasi bintang gitu 😀

Beneran, buku ini bikin aku jadi ingat masa kanak-kanak aku sama buku cerita aku dulu dan disini juga aku bisa kenal nusantara dan kearifan lokal yang kental diangkat. Yang jadi favorit aku di buku Aku dan Alam Semesta ini adalah bab 10 nya yang berjudul Harumnya Aroma Kopi di Cangkir Aki karena latar belakangnya yang sunda banget dan kebiasaan ngopi nya yang mengingatkan aku sama almarhum aki. Eh tapi semua nya juga aku suka deh karena bonding kekeluargaan yang diangkat di setiap cerita itu hangatnya menular dan kental terasa bikin aku kangen orangtua 🙁

Lalu kalau bikin nostalgia masa kecil sebenarnya buku ini cocok untuk siapa saja dong di segala usia? Jawabannya Iya

Menurut Kang Ali Muakhir saat bedah buku kemarin mengatakan bahwa alur cerita yang diangkat penulis ini menceritakan tentang masa kecilnya, sehingga frame yang dibentuk pembaca pasti menganggap bahwa ini bukan buku anak tapi buku ini cocok nya memang dibaca sambil didampingi orangtua salah satunya untuk bonding, karena ada bab yang membahas tentang rumus di bab 3 yang berjudul Jarak Bintang dari Kaki Gunung Bromo.

Kalau aku sih YES banget sama buku ini, memang memberi kepuasan buat aku yang bisa nostalgia tapi juga kasih aku motivasi untuk membentuk imaginasi saat kecil aku ke anak-anak dengan kehadiran peran aku disitu <3

Satu yang aku sesalkan sih saat beli buku ini kemarin adalah, aku beli yang versi hitam putih nya jadi ilustrasinya kurang hidup aja. Hehehe

Tapi… Aku berniat mau beli lagi yang versi berwarna nya jadi saat anak-anak aku sudah bisa baca sendiri mereka bisa dapatkan juga feel nya dari gambar nya Mak Neng. Hehehe

Oia, Kalau teman-teman minat mau beli buku ini bisa langsung kontak saja bisa cek instagram nya @itbpress atau ke @tiara.bookstore ya

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here