<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RaisaHakim.com &#187; doa untuk pengantin</title>
	<atom:link href="http://raisahakim.com/tag/doa-untuk-pengantin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://raisahakim.com</link>
	<description>All about Family, Life, Women and Marriage.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Dec 2009 08:00:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hukum Pemberian Ucapan Selamat dan Hadiah Pernikahan</title>
		<link>http://raisahakim.com/hukum-pemberian-ucapan-selamat-dan-hadiah-pernikahan/</link>
		<comments>http://raisahakim.com/hukum-pemberian-ucapan-selamat-dan-hadiah-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 04:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisa Hakim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan atau Perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[doa untuk pengantin]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum hadiah pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Selamat Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raisahakim.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Setelah suami masuk pada isterinya yaitu setelah pernikahan maka berlangsung kebiasaan manusia untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan dengan harapan-harapan dan do&#8217;a bahkan juga dengan hadiah. Bagaimana syari&#8217;at memandang hal ini?
1. Ucapan Selamat
Kebiasaan orang-orang Arab sebelum Islam memberikan ucapan selamat kepada pengantin dengan ucapan :&#8220;selamat berkumpul dan (semoga mendapat) anak laki-laki&#8221;. Inilah kebiasaan mereka yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah suami masuk pada isterinya yaitu setelah pernikahan maka berlangsung kebiasaan manusia untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan dengan harapan-harapan dan do&#8217;a bahkan juga dengan hadiah. Bagaimana syari&#8217;at memandang hal ini?</p>
<p><strong>1. Ucapan Selamat</strong></p>
<p>Kebiasaan orang-orang Arab sebelum Islam memberikan ucapan selamat kepada pengantin dengan ucapan :<span id="more-115"></span><em>&#8220;</em><em>selamat berkumpul dan (semoga mendapat) anak laki-laki&#8221;. </em>Inilah kebiasaan mereka yang mengutamakan anak laki-laki daripada perempuan.</p>
<p>Tetapi Rasulullah Saw telah memberikan petunjuk pada kita dengan sesuatu yang lebih baik dari itu. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan yang empat dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah Saw ketika mendapati dua manusia yang menikah beliau mengucapkan :</p>
<p align="center"><em>["Semoga Allah memberikan barokah bagimu dan atasmu dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan"]</em></p>
<p>Dan dalam Shahih Muslim dari Jabir r.a bahwa Rasulullah Saw berkata kepadanya : &#8220;<em>Apakah kamu sudah menikah?&#8221;</em> aku katakan &#8220;Ya&#8221; kemudian beliau mengatakan : &#8220;<em>Semoga Allah memberikan barokah bagimu&#8221;.</em> Dalam riyawat Ad-Darimi ada tambahan :&#8221;<em>dan semoga Allah memberikan barokah atasmu&#8221;. </em></p>
<p>Diriyawatkan oleh Ibnu Majah dari Aqil bin Abi Thalib r.a bahwasanya dia menikah dengan seorang perempuan dari Bani Jusyam, maka kami mengatakan : <em>&#8220;Selamat berkumpul dan semoga mendapat anak laki-laki&#8221;</em>. Aqil pun mengatakan &#8220;Jangan berkata seperti itu tetapi ucapkanlah sebagaimana Rasulullah mengatakan :</p>
<p align="center"><em>["Semoga Allah memberikan barokah bagi mereka dan barokah atas mereka"]</em></p>
<p><strong>2. Hadiah<em> </em></strong></p>
<p>Merupakan kebiasaan manusia memberi hadiah bagi pengantin setelah pernikahan. Ini adalah perkara yang baik dan disukai karena termasuk bab hadiah yang disunnahkan oleh syari&#8217;at. Diriwayatkan oleh Bukhori dalam <em>Shahih</em>nya dari <em>&#8216;</em>Aisyah <em>radhiallahu ta&#8217;ala &#8216;anha</em> beliau mengatakan: &#8220;Rasulullah menerima hadiah dan membalasnya (yaitu Rasulullah memberikan sesuatu juga kepada si pemberi hadiah)&#8221;.</p>
<p>Imam An-Nasa&#8217;i dan Abu Ya&#8217;la meriwayatkan dengan sanad yang baik dan di<em>hasan</em>kan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar, dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Sawbersabda :</p>
<p align="center">&#8220;<em>Hendaknya kalian saling memberi hadiah maka kalian akan saling mencintai&#8221;.</em></p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raisahakim.com/hukum-pemberian-ucapan-selamat-dan-hadiah-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
